Apakah mungkin manusia biasa sampai ke derajat yang membuatnya bisa Menerima wahyu dari Allah secara langsung, padahal ia bukan seorang nabi ataupun rasul?

Apakah mungkin manusia biasa sampai ke derajat yang membuatnya bisa Menerima wahyu dari Allah secara langsung, padahal ia bukan seorang nabi ataupun rasul?

Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhut Al-Ilmiyah Wal Ifta

 

Pertanyaan 5: Apakah mungkin manusia biasa sampai ke derajat yang membuatnya bisa Menerima wahyu dari Allah secara langsung, padahal ia bukan seorang nabi ataupun rasul?

Jawaban 5: Tidak ada manusia yang menerima wahyu berupa kabar atau hukum syariat langsung dari Allah kecuali para nabi dan rasul ‘Alaihim ash-Shalatu wa as-Salam, melainkan hal itu berupa mimpi yang benar yang tampak atau diperlihatkan kepada orang saleh pada waktu tidur bukan pada kondisi sadar. Mimpi seperti ini termasuk salah satu dari 46 macam wahyu, atau firasat yang benar karena ia termasuk jenis ilham sebagaimana yang dimiliki Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu `Anhu. Akan tetapi mimpi dan firasat dari selain para nabi dan rasul ‘Alaihim ash-Shalatu wa as-Salam tidak dapat dianggap sebagai landasan dalam syariat dan tidak wajib untuk diyakini kebenarannya. Karena kebanyakan mimpi dan firasat bercampur antara yang benar dengan yang dustanya, sehingga tidak bisa dijadikan landasan syariat kecuali jika datang dari para rasul dan para nabi `Alaihim ash-Shalatu wa as-Salam. Oleh karena itu Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam tidak mentakwilkannya walaupun berasal dari Umar Radhiyallahu `Anhu, namun beliau hanya mentakwilkan wahyu yang turun kepada beliau sendiri.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Wakil Ketua Komite Ketua
 Abdullah bin Qu’ud  Abdullah bin Ghadyan  Abdurrazzaq `Afifi  Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Sumber:

http://alifta.net

 

س5: هل في إمكان إنسان أن يصل إلى درجة تمكنه من التلقي عن الله مباشرة وهو غير نبي ولا رسول؟

ج5: ليس هناك من البشر من يتلقى عن الله مباشرة شيئًا من الوحي إخبارًا أو تشريعًا سوى الأنبياء أو الرسل عليهم الصلاة والسلام، وإلاَّ الرؤيا الصادقة يراها الرجل الصالح أو ترى له منامًا لا يقظة فإنها جزء من ستة وأربعين جزءًا من الوحي، وإلاَّ الفراسة الصادقة فإنها نوع من الإِلهام كما كان لعمر بن الخطاب رضي الله عنه، لكن الرؤيا المنامية والفراسة من غير الأنبياء والرسل عليهم الصلاة والسلام لا تعتبر أصلاً في التشريع ولا يجب التصديق بها، فإن المنامات والفراسات يكثر فيها التخليط والتباس الصادق منها بالكاذب، فلا يعتمد عليها إلاَّ إذا كانت من الرسل أو الأنبياء عليهم الصلاة والسلام، ولذا لم يعول عليها النبي صلى الله عليه وسلم حتى ما كان منها من عمر رضي الله عنه، إنما عول على ما نزل عليه من الوحي.

وبالله التوفيق. وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإِفتاء

عضو عضو نائب رئيس اللجنة الرئيس
عبد الله بن قعود عبد الله بن غديان عبد الرزاق عفيفي عبد العزيز بن عبد الله بن باز
Sebarkan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *