JAMAAH TABLIGH BAHAYA YANG MENGANCAM PERSATUAN MASYARAKAT (BAG 1)

JAMAAH TABLIGH BAHAYA YANG MENGANCAM PERSATUAN MASYARAKAT (BAG 1)

Ditulis oleh Asy Syaikh Dr. Ali Bin Yahya Al Haddady حفظه اللّٰه.
Berikut ini wahai pembaca yang mulia kesimpulan dari sebagian bahaya yang dikhawatirkan dari bergabungnya seseorang ke dalam Jamaah tabligh atau dari tersebarnya kelompok ini :

Yang pertama :
Ia merupakan kelompok yang berdakwah kepada kebid’ahan padahal Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :

“من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد”.

“Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada dasar dari agama kami maka amalan tersebut tertolak”.
Dan beliau صلى اللّٰه عليه وسلم bersabda :

إياكم ومحدثات الأمور فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة”.

“Jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang diada-adakan (dalam agama) dikarenakan setiap perkara yang diada-adakan (dalam agama) adalah kebid’ahan dan setiap kebid’ahan adalah sesat”.
Dan beliau صلى الله عليه وسلم bersabda :

وستفترق هذه الأمة على ثلاث وسبعين فرقة كلها في النار إلا واحدة قالوا: من هي يا رسول اللّٰه؟ قال: الجماعة ، وفي رواية: من كان على مثل ما أنا عليه اليوم وأصحابي”.

“Umat ini akan terpecah menjadi 73 kelompok semuanya di Neraka kecuali satu kelompok, mereka mengatakan : Kelompok apa itu wahai Rasulullah ? Beliau menjawab : Al Jamaah, dalam riwayat lain : Yaitu setiap orang yang berada di atas jalanku dan para sahabatku”.

Dan setiap kelompok yang bukan termasuk Ahlussunnah Wal Jamaah maka ia termasuk kelompok-kelompok yang binasa wal ‘iyadzu billah dan cukuplah atsar ini membuat seseorang lari dari jamaah tabligh ini dan mengharuskan ia untuk menjauh dari menisbahkan diri kepadanya.

Yang kedua :
Diantara pengaruh-pengaruh jelek kelompok ini ialah bahwa kelompok ini mengeluarkan para pengikutnya dari cahaya sunnah kepada kegelapan-kegelapan bid’ah, maka betapa banyak dari kalangan orang sunni awam yang berpindah dengan sebab kelompok ini menjadi seorang shufi ahli khurafat dan menjadi da’i kesesatan dan fitnah. Dan ini merupakan buah pahit dari buah-buah yang terhasilkan dari bergaul dengan ahlul bid’ah dan bermajelis dengan mereka serta berprasangka baik dengan mereka, oleh karena inilah para salaf memperingatkan dari bahaya bermajelis dengan ahlul bid’ah dan mereka sering dalam memperingatkan dari hal tersebut.

Yang ketiga :
Bahwa tersebarnya dakwah mereka di tengah-tengah masyarakat akan menjadi permulaan kemunculan kebid’ahan dan kesyirikan dikarenakan mereka tidaklah mendakwahkan tauhid dan tidak menjelaskannya, dan tidak memperingatkan dari bahaya kesyirikan dan tidak menerangkannya agar diwaspadai oleh manusia, dan mereka tidak mengingkari para pelaku maksiat dikarenakan mereka memandang bahwa memerintahkan perkara tauhid dan melarang dari kesyirikan serta mengingkari kesyirikan termasuk perkara yang membuat manusia lari (menjauh) dari mereka.

Yang keempat :
Bahwasanya dakwah mereka tegak di atas kejahilan dan setiap orang yang berdakwah di atas kejahilan maka ia telah membuat kerusakan dan tidak membuat perbaikan, dan ia telah memudharatkan dan tidak memberi manfaat.
Maka mereka membenci majelis-majelis ulama dan berprasangka buruk terhadap mereka serta membuat permisalan-permisalan yang jelek tentang mereka wal ‘iyadzu billah.

Dan apabila kejahilan menyebar dan ilmu menjadi sedikit maka akan nampak penyelisihan-penyelisihan syariat dan akan tegak kebid’ahan-kebid’ahan serta akan tumbuh kesyirikan sedikit demi sedikit sebagaimana terjadinya kesyirikan pertama pada bani Adam dikarenakan tidaklah muncul kesyirikan kecuali ketika para ulama meninggal dunia dan dilupakannya ilmu.

Yang kelima :
Mereka membuat orang-orang jahil menjadi berani untuk berbicara atas nama Allah tanpa ilmu-padahal berbicara atas nama Allah tanpa ilmu termasuk dosa terbesar- dimana mereka keluar berdakwah bersama orang-orang jahil (tidak berilmu) kemudian mereka memerintahkan orang-orang jahil tersebut untuk menyampaikan bayan, mau’izhah (nasihat) dan peringatan di rumah-rumah maupun di masjid-masjid, oleh karena inilah sering muncul dalam ucapan mereka kedustaan, khurafat-khurafat dan sikap mempermainkan agama serta pernyataan-pernyataan yang batil wal ‘iyadzu billah.

Sumber :

http://www.alriyadh.com/153527
telegram.me/dinulqoyyim

Sebarkan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *