SUARA DUKUNGAN TERHADAP PENEGAKAN HUKUMAN PEMERINTAH ARAB SAUDI TERHADAP KELOMPOK TERORIS SESAT

SUARA DUKUNGAN TERHADAP PENEGAKAN HUKUMAN PEMERINTAH ARAB SAUDI TERHADAP KELOMPOK TERORIS SESAT

Oleh: Asy-Syaikh DR. Muhammad bin Hadi Al-Madkhali

الحمد لله رب العالمين و العاقبة للمتقين ولا عدوان إلا على الظالمين. و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له إله الأولين و الآخرين و قيوم السماوات و الأرضين. و أشهد أن محمدا عبده و رسوله المبعوث رحمة للعالمين صلى الله عليه و على أله و صحبه و من اتبع هداه إلى يوم الدين

Terkait dengan berita yang baru kita dengar tentang penegakan hukuman Islam kepada beberapa orang yang melakukan tinda kejahatan, perusakan, pemberontakan dan teror, yang mereka lakukan untuk mengacau keamanan negara, menakut-nakuti, serta merusak kemaslahatan kehidupan; juga apa yang telah mereka tampakkan dari kejahatan-kejahatan yang berat; berupa provokasi terhadap pemerintah kaum muslimin di negara kita, Negeri Dua Tanah Suci Yang Mulia, Kerajaan Arab Saudi – semoga Allah selalu memberikan keamanan dan keimanan kepadanya, dan menguatkan para pemerintahnya dengan kebenaran. Semoga Allah meninggikan kalimat-Nya dengan mereka-…

Apa yang baru saja kita dengar kemarin, hari Sabtu, tentang penegakan hukuman Islam tersebut yang dikeluarkan keterangannya oleh negara, tidak diragukan, –alhamdulillah- hal itu membuat bahagia hati-hati kaum mukminin. Karena padanya terdapat penegakan agama dan dunia mereka. Ini juga merupakan sebuah kewajiban atas pemerintah muslim yang harus mereka laksanakan.

Penegakan hukuman had Islami dan hukuman ta’zir adalah wajib dilakukan, Allah berfirman:

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ۚ ذَٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,” (QS. AlMaidah:33)

Dan sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah bersabda:

لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ : الثَّيِّبُ الـزَّانِيْ ، وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ ، وَالتَّارِكُ لِدِيْنِهِ الْـمُـفَارِقُ لِلْجـَمَاعَةِ))

“Tidak halal darah seorang muslim, kecuali karena salah satu dari tiga hal: orang yang berzina padahal ia sudah menikah, membunuh jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya lagi memisahkan diri dari jama’ah (kaum muslimin).” [HR al-Bukhâri dan Muslim]

Dan banyak dari mereka telah memisahkan diri dari jamaah muslimin, bahkan mereka memprovokasi untuk memberontak kepada pemerintah muslim di negara ini. Ini sesuai dengan hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat ‘Arfajah bin Syuraih, Rasulullah bersabda:

مَنْ أَتَاكُمْ وَأَمْرُكُمْ جَمِيع عَلَى رَجُلٍ وَاحِدٍ يَشُقُّ عَصَاكُمْ ، وَيُفَرِّقُ جَمَاعَتَكُمْ , فَاقْتُلُوهُ

“Siapa yang datang kepada kalian saat urusan kalian telah bersatu di tangan seorang laki-laki, dia ingin memecah ketaatan kalian dan persatuan kalian, maka bunuhlah dia!”

Hadis ini secara jelas menunjukkan bahwa siapa saja yang ingin memecah persatuan kita, dan ingin mematahkan ketaatan kepada pemerintahan kita –sementara kita telah bersatu di bawah pimpinan seorang pemimpin muslim serta maslahat-maslahat agama dan dunia telah ditegakkan-,  maka siapa saja yang datang setelah itu untuk menghancurkan persatuan dan memecah-belah kalimat muslimin, tak ada lain dari kita untuknya kecuali tebasan pedang, siapa pun orang itu.

Hal ini dilakukan demi menjaga keamanan masyarakat muslim, sehingga luruslah dengannya urusan agama dan dunia mereka. Kewajiban untuk menjaga keamanan ini adalah urusan yang diserahkan kepada pemimpin negara dan pemerintah muslim secara umum. Mereka lah yang harus melaksanakannya. Seperti yang diriwayatkan dan masyhur dari Hasan Al-Bashri:

هم يلون من أمورنا خمسا: الجمعة، والجماعة، والعيد، والثغور، والحدود. والله لا يستقيم الدين إلا بهم، وإن جاروا وظلموا…

“Mereka mengurusi 5 perkara dari kita: salat Jumat, kesatuan, hari ied, perbatasan, dan hukuman had. Demi Allah, tidak akan lurus urusan agama kecuali dengan adanya para pemerintah, meski mereka berbuat curang dan dzalim… Demi Allah, tidak akan lurus urusan agama kecuali dengan adanya para pemerintah, meski mereka berbuat curang dan dzalim…”

Karena lewat para penguasa dan pemerintah muslim lah Allah berikan keamanan kepada negeri-negeri muslim, Allah luruskan kepentingan-kepentingan agama dan dunia mereka. Jalan-jalan pun menjadi aman dari perampasan kehormatan, harta, maupun jiwa. Lewat mereka pula agama ini akan tegak, serta tegak pula syariat jihad kepada musuh dan pengamanan batas-batas negara dari musuh-musuh Islam.

إن الجماعة حبل الله فاعتصموا  بعروته الوثقى لمن دانا
كم يدفع الله بالسلطان معضلة  في ديننا رحمة منه ودنيانا
لولا الخليفة لم تأمن لنا سبل  وكان أضعفنا نهبًا لأقوانا

Khilafah (pemerintahan Islam) adalah tali Allah, peganglah dia!
Talinya yang kuat bagi orang yang beragama
Berapa banyak kesempitan yang Allah hindarkan dengannya
Baik kesempitan dalam agama maupun dunia kita
Andai bukan karena khilafah, tak akan aman jalan-jalan yang ada
Orang yang lemah pun akan jadi santapan orang-orang yang kuat

Inilah keutamaan dan tingginya kedudukan mereka dalam agama Islam. Wajib atas seorang muslim untuk mengakui hak mereka. Penguasa muslim dan pemerintah muslim (kedudukannya) seperti yang diriwayatkan dari Rasulullah –dalam sebuah hadis yang disebutkan oleh Abu Hurairah- dengan sanad yang hasan:

السلطان ظل الله في الأرض، فمن أكرمه أكرمه الله، ومن أهانه أهانه الله

“Penguasa adalah naungan Allah di bumi. Siapa yang memuliakan mereka, Allah akan memuliakannya, dan siapa yang menghinakannya Allah akan menghinakannya”

Orang-orang itu telah mengajak untuk memberontak penguasa muslim di negara ini. Belum lagi mereka mengkafirkan kaum muslimin secara umum, menghalalkan darah muslim, darah kafir mu’ahad (orang kafir yang melakukan perjanjian damai), darah kafir musta’min (orang kafir yang mendapat jaminan kemanan). Orang-orang ini tidaklah layak untuk mereka kecuali tebasan pedang. Karena sungguh mereka telah memerangi dan mengacau keamanan orang-orang Islam. Dan dengan hukuman kepada mereka ini akan menjadi pelajaran bagi orang lain, dan menghindarkan mereka dari tindakan-tindakan tersebut.

Maka penegakan hukum ta’zir kepada orang-orang semacam ini terdapat maslahat dan kebijaksanaan Islam. Dalil-dalil pun telah –seperti yang telah aku sebutkan- menunjukkan tentang keabsahannya, dan wewenangnya yang diserahkan kepada pemimpin, pemerintah, dan hakim-hakim muslim.

Maka apa yang telah kita dengar kemarin terkait dengan penegakan hukuman pemberontakan dan hukuman mati -sebagai hukum ta’zir kepada para pelakunya dan pelajaran kepada yang lain-, ini merupakan hal yang membahagiakan kaum mukminin. Hukuman mati kepada pengikut hawa nafsu dan bid’ah sebagai bentuk ta’zir, ini juga membuat bahagia kaum mukminin.

ولأجل ذا ضحى بجعد خالد القسري يوم ذبائح القربان
إذ قال إبراهيم ليس خليله كلا ولا موسى الكليم الداني
شكر الضحية كل صاحب سنة لله درك من أخي قربان

Karenanya, Ja’d oleh Khalid Al-Qasri dikurbankan
Di hari dikurbankannya sembelihan-sembelihan
Tatkala dia (Ja’d) mengatakan bahwa Ibrahim bukanlah khalilullah
Sekali-kali bukan! Dan tidaklah Musa sebagai Kalimullah
Turut berterimakasih atas hukum matinya, setiap pengikut sunnah
Sungguh mulia perbuatanmu wahai saudaraku yang berkurban

Kematian para penjahat dan perusak agama dan dunia adalah hal yang disukai oleh orang-orang Islam dan membahagiakan mereka. Dan kita semua, demi Allah, sangat bahagia dengannya, karena padanya terdapat kelangsungan rasa aman di negeri kita dan terdapat penghentian tujuan para penjahat itu; yang ingin menggoncang kemanan, dan ingin menamam di negara Dua Tanah Suci apa yang telah berhasil ditanam di negara-negara tetangganya berupa konflik dan bencana. Menghentikan cita-cita mereka ini juga merupakan kewajiban yang harus ditunaikan pemerintah muslim. Dan sungguh pemimpin negara kita telah menunaikannya; Imam Kaum Muslimin dan Pembantu Dua Tanah Suci Yang Mulia. Allah telah menguatkan beliau dan dua wakilnya untuk menegakkan hal tersebut. Sehingga masyarakat pun berada dalam keamanan, dan mereka pun bahagia dengan tidak terlaksanaya tujuan para penjahat itu.

Sungguh kami berdoa kepada Allah, semoga Allah memuliakan Islam dan pemeluknya. Semoga Allah menampakkan Islam dan pemeluknya dan semoga Allah menghinakan kesesatan dan pengikutnya. Semoga Allah memutus tujuan-tujuan yang buruk dan para pengusungnya…

Sebagaiman pula kita berdoa kepada-Nya Yang Maha Suci, semoga Allah memberi taufik kepada pemerintah kita di negeri yang diberkahi-Nya ini, semoga Allah muliakan dan menguatakan dengan mereka agama-Nya serta meninggikan kalimat-Nya. Semoga Allah tampakkan , dan Allah bantu dengan mereka orang-orang yang lemah serta orang-orang yang terdzalimi di setiap tempat. Semoga Allah memutus dengan mereka keinginan-keinginan jahat di setiap tempat dan menjadikan mereka sebab bersatunya kaum muslimin. Semoga Allah menyatukan hati-hati kaum muslimin atas mereka, melembutkan hati-hati mereka. Sungguh Allah Maha Memberi lagi Maha Mulia.

Sebagaimana pula aku meminta kepada Allah Yang Maha Suci, semoga Allah menjaga negeri kita, Negeri Dua Tanah Suci ini dan menjaga seluruh negeri-negeri Islam dari kejahatan, dan konflik yang tampak maupun yang tersembunyi. Semoga Allah memutus segala niat-niat jahat yang ditujukan kepada negara-negara Islam. Sungguh Allah Maha Memberi lagi Maha Mulia.

Semoga Allah mencurahkan salawat dan selamatnya depan hamba dan rasul-Nya, nabi kita Muhammad, serta keluarga dan seluruh sahabatnya.

Hari ini, hari Ahad, bertepatan dengan tanggal 23 Rabiul Awwal 1437 H.

Kita meminta kepada Allah jallawa’ala dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya Yang Mulia dan Tinggi,semoga Allah matikan kita di atas ajaran-Nya. Sungguh Allah Maha Memberi lagi Maha Mulia.

Wa akhiru da’waana anilhamudulillah rabbil ‘alamin

Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=156506

Alih bahasa: Ustadz Fauzi bin Nur

Artikel dikutip dari

http://serambiharamain.com/suara-dukungan-terhadap-penegakan-hukuman-pemerintah-arab-saudi-terhadap-kelompok-teroris-sesat/

Sebarkan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *